Sejarah Candu di Kota Medan on Youtube

Pengisap Opium/Tropenmuseum

KutaKita – Orang-orang Deli lebih akrab menamakan opium sebagai candu atau madat. Menghisap opium kemudian menjadi gaya hidup. Sebuah simbol tingginya derajat status bila dalam acara-acara tertentu jika tuan rumah bisa menyajikan opium untuk dihisap para tamu. Sementara dalam jamuan yang lebih mewah tuan rumah akan mengadakan pesta candu bagi tamu-tamu terhormat. Mabuk madat ini juga dilengkapi hiburan penari dan musik pengiring.

Candu tidak hanya dikonsumsi oleh orang kaya dan para bangsawan. Para Bandar mencari cara agar masyarakat miskin ikut mabuk. Para Bandar yang dibekingi oleh Pemerintah Kolonial Belanda kemudian memusatkan sasarannya kepada Kuli Kontrak di perkebunan tembakau Deli.

Bagi kalangan Kuli Kontrak opium atau candu sangat diperlukan karena efeknya bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan menghilangkan rasa sakit. Selain itu candu menjadi pilihan untuk mengurangi penderitaan akibat beratnya pekerjaan di perkebunan.

Tanpa disadari Belanda memanfaatkan opium untuk memiskinkan Kuli Kontrak. Belanda ingin mereka bertahan dan memperpanjang kontrak. Para tuan kebun Belanda mempersulit ijin keluar dari perkebunan. Mereka tidak ingin kuli-kuli kontrak itu melarikan diri.

Sejarah Candu di Kota Medan bisa disaksikan :https://youtu.be/6YRNCNnYvfM

Di Channel Aron Arts https://www.youtube.com/AronArts#JasMerah

Bagikan
Baca Juga  Audiensi ke Kantor Danlanud Soewondo

Leave a Reply

Your email address will not be published.