Hotel De Boer

Hotel De Boer /KITLV

KutaKita – Hotel de Boer terletak di sebelah barat laut lapangan “Esplande” (lapangan Merdeka) berseberangan dengan Kantor Pos. Hotel ini dibangun pada tahun 1899 oleh Pegusaha Belanda bernama Herman de Boer. De Boer lahir di Workum, Belanda dan pindah ke Hindia Belanda pada akhir abad ke-19. Awalnya dia menetap di Surabaya dan mempunyai pengalaman yang lama sebagai part proprietor sebuah restoran “GRIM” di Surabaya. Dia lalu pindah ke Medan dan memulai usaha baru.

Tahun 1898 de Boer membangun Hotel De Boer yang terdiri dari restoran, bar, dan tujuh kamar. Tahun 1909 De Boer meningkatkan lagi usahanya dengan membuat sebuah Perseran Terbatas dengan modal Fl. 200.000. Kemudian ia menambahkan lagi 40 kamar dengan 400 lampu. Lalu pada 1930, Hotel De Boer kembali diperluas dengan menambahkan 120 kamar dan sebuah aula besar.

Dulunya hotel ini sangat terkenal di kota Medan dan pernah dihuni oleh tamu-tamu kehormatan pemerintah Belanda dan artis-artis Barat yang terkenal, di antaranya Raja Léopold II dari Belgia dan seorang penari erotis yang juga mata-kata terkenal perang dunia I bernama Mata Hari.

Hotel De Boer sekarang menjadi milik pemerintah Indonesia dan beralih nama menjadi “Hotel Dharma Deli”. (JB)

Bagikan
Baca Juga  Gereja Tertua di Medan

Leave a Reply

Your email address will not be published.