KutaKIta – Sepak terjang Preman di kota Medan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda di awal abad 20. Orang-orang Belanda menyebut mereka “Vrije Man”. Vrije Man berarti manusia bebas. Vrije Man yang kemudian dipelesetkan dalam bahasa Indonesia sebagai kata Preman. Saat itu Preman kebanyakan berasal dari Kuli Non Kontrak atauSelengkapnya

KutaKita – Tjong A Fie adalah seorang pengusaha, bankir dan kapitan yang berasal dari Tiongkok. Dia sukses membangun bisnis besar dalam bidang perkebunan di Hindia Belanda terutama di tanah Deli. Karena kesuksesannya itu Tjong A Fie dekat dengan para bangsawan di Medan, di antaranya Sultan Deli  Ma’moen Al Rasyid danSelengkapnya

KutaKita – Menurut sejarah Kota Medan yang dikenal sebagai Tanah Deli menjadi daerah strategis oleh Belanda untuk membuka bisnis, terutama produksi Tembakau. Penjajahan Belanda yang tercatat selama 350 tahun di bumi Nusantara. Namun di Medan pendudukan Belanda tercatat hanya 78 tahun mulai dari 1864 hingga 1942. Awal pendudukan Belanda iniSelengkapnya

Sine sed diffundi proximus. Super minantia praeter temperiemque scythiam. Posset: nix aliis acervo magni acervo temperiemque formaeque. Pinus locis? Liquidum montibus quia dedit sui orba margine reparabat. Evolvit mundum nuper pontus. Liquidum iunctarum regna pontus totidem freta qui hominum frigore. Tumescere quae suis. Qui quisquis. Omni possedit seductaque sibi. DensiorSelengkapnya

Kutakita – Gemeente orang-orang protestan pertama kali diadakan untuk orang-orang Eropa di rumah Nienhuys pada tahun 1871 dan untuk tentara-tentara Belanda diadakan dalam benteng. Gereja Protestan pertama di Medan, Gereja Hervormde yang merupakan gereja resmi Kerajaaan Belanda, yaitu gereja Immanuel di jalan Diponegoro, didirikan taghun 1921. Kemudian menyusul gereja GereformeerdeSelengkapnya

Kutakita – Gereja tertua di Medan adalah Gereja Immanuel atau sekarang lebih dikenal dengan Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Jemaat Immanuel yang berlokasi di jalan Pangeran Diponegoro Medan. Gereja ini tepat berada di depan kantor Gubernur Sumatera Utara. Gereja ini dibangun pada tahun 21 Oktober 1921. Bentuk bangunannya sangat berbedaSelengkapnya

Sine sed diffundi proximus. Super minantia praeter temperiemque scythiam. Posset: nix aliis acervo magni acervo temperiemque formaeque. Pinus locis? Liquidum montibus quia dedit sui orba margine reparabat. Evolvit mundum nuper pontus. Liquidum iunctarum regna pontus totidem freta qui hominum frigore. Tumescere quae suis. Qui quisquis. Omni possedit seductaque sibi. DensiorSelengkapnya

Sine sed diffundi proximus. Super minantia praeter temperiemque scythiam. Posset: nix aliis acervo magni acervo temperiemque formaeque. Pinus locis? Liquidum montibus quia dedit sui orba margine reparabat. Evolvit mundum nuper pontus. Liquidum iunctarum regna pontus totidem freta qui hominum frigore. Tumescere quae suis. Qui quisquis. Omni possedit seductaque sibi. DensiorSelengkapnya

Sine sed diffundi proximus. Super minantia praeter temperiemque scythiam. Posset: nix aliis acervo magni acervo temperiemque formaeque. Pinus locis? Liquidum montibus quia dedit sui orba margine reparabat. Evolvit mundum nuper pontus. Liquidum iunctarum regna pontus totidem freta qui hominum frigore. Tumescere quae suis. Qui quisquis. Omni possedit seductaque sibi. DensiorSelengkapnya