Asal Usul Nama POLONIA, MARELAN & HELVETIA

KutaKita – Asal usul nama-nama daerah di kota Medan tidak terlepas dari sejarah yang tercatat di masa lalu. Baik itu di masa pendudukan Kolonial Belanda atau pun jauh sebelumnya. Di artikel sebelumnya kami sudah menceritakan asal penamaan kampung Medan Putri yang kemudian dibentuk oleh Belanda menjadi Kota seiring pesatnya perkembangan perkebunan tembakau Deli di zaman itu. Di artikel kali ini kami akan menceritakan sejarah singkat penamaan daerah-daerah di kota Medan dan sekitarnya. Sejarah penamaan daerah-daerah tersebut kami akan ceritakan secara berseri karena semua daerah di kota ini menyimpan sejarah untuk diceritakan. Untuk seri pertama ini kami akan menceritakan 3 daerah yang penamaan daerahnya dibuat saat zaman Belanda. 

Polonia

Polonia berasal dari nama Latin Polandia. Artinya Polonia berarti nama Negara Polandia dalam bahasa Latin. Penamaan daerah Polonia tidak terlepas dari pembukaan perkebunan tembakau yang diprakarsai oleh Baron Ludwig Michalski seorang berbangsa Polandia. Pada tanggal 14 Desember 1869 Baron Michalski menerima kontrak konsesi lahan untuk pembukaan perkebunan tembakau dari Sultan Deli di Lanskap Kampung Baroe dan Lama Urung Sukapiring. Kontrak itu adalah hak pemakaian tanah selama 75 tahun. Michalski menamakan tanah itu Polonia, sama seperti penyebutan negerinya Polandia. Setelah Michalsiki kembali ke negaranya, Belanda kemudian menjadikan sebagian perkebunan tembakau itu menjadi Bandara. Pada tanggal 21 November 1924 mendaratlah  pesawat terbang pertama di Polonia. Pesawat itu berjenis Fokker dikemudikan oleh Pilot Belanda bernama Jan Thomassen van der Hoop dan pilot kedua Letnan Hendrik van Weerden Poelman serta dibantu Insinyur Penerbang Pieter van den Brooke yang berperan sebagai teknisi pesawat. Sejarah lengkap Bandara Polonia sudah ditayangkan di Youtube Aron Arts. Bagi kamu yang belum pernah menonton videonya langsung saja singgah ke channel kami.

Baca Juga  Tembakau Deli

Marelan

Sejak Belanda dengan prakarsa Jacob Nienhuys membuka perkebunan tembakau di sekitar Labuhan, maka tidak sedikit investor dari berbagai negara Eropa menarik minatnya datang ke Medan. Salah satunya adalah investor dari Amerika. Setelah mendapat konsesi tanah untuk dijadikan perkebunan maka perkebunan baru itu diberi nama yaitu Maryland atau Maryland Estate. Nama Maryland sendiri diambil dari nama negara bagian Amerika Serikat yang dulunya menjadi koloni Inggris. Nama Maryland inilah yang kemudian kerap dipanggil dengan lafal Indonesia menjadi Marelan.

Helvetia

Nama Helvetia pun tidak lepas dari pengaruh bahasa asing.  Di tahun 1865 datanglah 3 orang Eropa bernama Von Moch dari Jerman, Mots dan Breker orang Swiss. Mereka lalu berpisah dengan perkebunan masing-masing. Van Moch membuka perkebunan yang fokus pada penanaman pala di kampung besar. Perkebunan itu dinamakannya Karlsruhe, sama seperti nama kota asalnya di Jerman. Sementara kedua orang Swiss yaitu Mots dan Breker membuka perkebunan tembakau. Perkebunan itu diberi nama Konigsgrätz dan kemudian dirubah lagi menjadi nama  negara asalnya yaitu Helvetia. Sebagai informasi Helvetia adalah bahasa latin dari penyebutan Negara Swiss. Nama Helvetia itu pula digunakan sebagai salah satu kecamatan di kota Medan.

Itulah asal sejarah 3 nama daerah di kota Medan yang dipengaruhi masa kolonial Belanda. Mungkin kita punya persepsi masing-masing dengan asal nama daerah tersebut. Jika ada pendapat anda atau masukan sejarah nama daerah lainnya di kota Medan silahkan tuliskan di kolom komentar.

Ditulis oleh Joey Bangun

SUMBER SEJARAH
Suatu Zaman Gelap di Deli Koeli Kontrak Tempo Doeloe – H. Mohammad Said
A Plantation City on the East Coast of Sumatra 1870-1942 – Dirk A. Buiskool

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *